Print
Category: Perhubungan
Hits: 354

 

JAKARTA - Jelang Angkutan Lebaran, Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2016. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Pengendalian Keselamatan,Ditjen Perhubungan Darat Marwanto Heru Santoso pada kegiatan pemantauan kesiapan Jalan Tol menghadapi Angleb 2016 yang diselenggarakan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU PERA di Semarang, Selasa (26/4).

"Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2016 akan dikeluarkan jelang Angkutan Lebaran melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan," jelas Heru.

Dalam penyiapan Rencana Operasi Angleb tersebut, Heru mengungkapkan Ditjen Perhubungan Darat sebelumnya telah melakukan serangkaian rapat koordinasi di beberapa daerah dengan instansi terkait seperti: Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Kepolisian dan perangkat daerah lainnya.

Heru menjelaskan, pada Angleb 2016, Kemenhub akan melakukan pemantauan mulai dari H-12 sampai dengan H+10 atau mulai dari 24 Juni sampai dengan 17 Juli 2016. Pemantauan tersebut berlaku di sektor Perhubungan Darat, Udara dan Perkeretaapian. Sementara sektor Perhubungan Laut dilakukan lebih awal yaitu mulai H-15 sampai dengan H+15.

"Diprediksi puncak arus mudik tahun ini jatuh pada H-5," terang Heru.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan, Ditjen Perhubungan Darat telah mengidentifikasi beberapa lokasi rawan macet terutama di jalan-jalan nasional yang berpotongan dengan jalan tol, yakni sebelum masuk tol dan pada jalan nasional setelah keluar tol.

"Khusus di Jawa Tengah yang rawan terjadi kemacetan, terutama setelah mulai beroperasinya jalur pintu tol Pejagan dan Brebes Timur, kami telah siapkan antisipasi pengaturan jalan serta penyiapan jalur-jalur alternatif berkoordinasi dengan Pemda dan Kepolisian," ungkapnya.

Selain itu, Kemenhub telah berkoordinasi dengan Pemda dan Kepolisian untuk melakukan pengaturancontraflowpada jalan keluar pintu tol Pejagan yang menuju ke arah Tegal. Jadi satu ruas jalan dari arah Tegal menuju Jakarta yang akan digunakan untuk pemudik dari arah sebaliknya.

“Dengancontraflowtersebut, diharapkan rasio kemacetan akan berkurang,” ujarnya.April 28, 2016 Berita » Direktorat Jenderal Perhubungan Darat