Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan

Setiap pembangunan kawasan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan sekitarnya, termasuk terhadap lalu lintas jalan. Namun pembangunan dan pengembangan kawasan di perkotaan yang dilakukan selama ini masih kurang memperhatikan dampaknya terhadap lalu lintas jalan, sehingga mengakibatkan penurunan tingkat pelayanan jalan yang cukup signifikan.

Maka dari itu dengan adanya rencana pengembangan Toko Modern “Luwes” di ruas jalan R Suprapto No. 93 B, Purwodadi, Kabupaten Grobogan diperkirakan dapat menambah bangkitan dan tarikan lalu lintas di kawasan tersebut yang berpengaruh terhadap kinerja Jalan terdapat di sekitar lokasi tersebut. Oleh karena itu untuk menghitung besaran dampak rencana pengembangan terhadap jalan yang ada perlu dilakukan analisis dampak lalu lintas, sehingga jika diperkirakan timbul dampak lalu lintas maka dampak tersebut diharapkan dapat diminimalkan dengan memberikan solusi yang tepat.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas pihak konsultan merumuskan masalah yang akan ditimbulkan akibat adanya rencana pengembangan adalah meningkatnya lalu lintas yang dibangkitkan sehingga diperkirakan dapat mengakibatkan penurunan tingkat pelayanan persimpangan, ruas jalan, parkir, fasilitas angkutan umum, serta fasilitas pejalan kaki di sekitar lokasi tersebut.

  1. Rencana kegiatan dan/atau usaha yang direncanakan lebih besar atau sama dengan dari ukuran minimal pembangunan kawasan yang ditetapkan.
  2. Pengembangan kawasan tersebut diperkirakan akan membangkitkan perjalanan yang akan mempengaruhi kinerja simpang dan ruas yang terdampak dari pengembangan tersebut
  3. Terdapat beberapa rencana pengembangan kawasan yang mengakses ke ruas jalan yang saat ini sudah memiliki nilai derajat kejenuhan lebih dari atau sama dengan 0,75 dan/atau jika persimpangan jalan terdekat dengan lokasi pembangunan kawasan sudah memiliki nilai derajat kejenuhan lebih dari atau sama dengan 0,75.

 

Loading...

lokasi dampak gor simpang 5Jenis rencana pembangunan fasilitas olah raga indoor ataupun outdoor dengan kapasitas penoton minimal 100 orang dan/ atau luas 10000 m2 atau pembangunan bangunan yang menimbulkan 75 perjalanan baru pada jam padat dipengaruhi oleh adanya bangunan aau infrastruktur yang dikembangkan

Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) merupakan salah satu kajian yang digunakan untuk mengidentifikasi dampak lalu lintas akibat terjadinya perubahan guna lahan yang mengakibatkan timbulnya bangkitan dan tarikan perjalanan yang akan mempengaruhi kinerja lalu lintas pada ruas jalan. Kajian mengenai andalalin ini telah diatur dalam Peraturan Perundangan yaitu :

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas;
  5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas;
  6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Perhubungan No. 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas
  7. Surat Edaran Dirjen Hubdat Perhubungan Darat Nomor SE.05/LT.508/DRJD/2015 tentang Pengawasan Persetujuan Hasil Analisis Dampak Lalu Lintas;
  8. Surat Edaran Dirjen Hubdat Perhubungan Darat Nomor SE.12/LT.508/DRJD/2017 tentang Penyelenggaraan Hasil Analisis Dampak Lalu Lintas;
  9. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Grobogan Tahun 2011-2031;
  10. Peraturan Bupati Grobogan No. 12 Tahun 20016 Tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas;
  11. Keputusan Bupati Grobogan Nomor : 620/83/2018 Tentang Penetapan Ruas Jalan kabupaten Di Kabupaten Grobogan.
pelay primaJAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Senin (19/9) menyerahkan Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan Tahun 2016 kepada para Manajemen Unit Pengelola Pelayanan Publik yang telah berprestasi dalam kegiatan penilaian pelayanan prima tahun 2016, yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. Kegiatan penilaian unit pelayanan publik tahun 2016 diikuti oleh 149 unit pelayanan publik sektor transportasi di 21 lokasi/wilayah di Indonesia dan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan mulai Juni hingga Agustus 2016.

 Tujuh Bus Menyimpang Trayek

PURWODADI Enam bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diduga tidak melewati trayek yang ditentukan. Hal itu berdasarkan temuan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) bersama Satlantas Polres Grobogan di Terminal Induk Purwodadi kemarin (12/9). Sebelumnya mereka menggelar operasi gabungan.Kepala Dishubkominfo Grobogan Agung Sutanto mengatakan, razia dilakukan sejak pukul 14.30 hingga 17.00. Kedapatan satu bus PO Laju Prima dan 6 Bus Garuda Mas melanggar trayek. “Seharusnya mereka melewati Jakarta-Cirebon PP, tidak adanya trayek ke Purwodadi. Namun, berhenti di Terminal Induk Purwodadi,” ungkapnya.

suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – PT KAI akan mendukung sistem transportasi antar daerah di Kedungsepur dengan sarana KA Commuter, mengingat di berbagai wilayah lain di Pulau Jawa sudah dilakukan. Misalnya di Jabodetabek, Gerbang Kertasusila (Jatim) dan Bandungraya (Jabar).“Semarang dan daerah sekitarnya kami sedang berkonsenrasi untuk mendukung jalur Kedungsepur untuk wilayah Semarang dan daerah sekitarnya dengan KA Commuter dengan tarif murah dan cepat,” tekad Agus Dwinanto Budiadji dari PT KAI Daop IV Semarang.

Hari ini 23

Kemarin 36

Minggu ini 95

Bulan ini 345

Keseluruhan 35960

Currently are 5 guests and no members online