Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan

TOROH – Penyediaan pangkalan truk sepertinya masih belum begitu diperhatikan pemerintah Kabupaten Grobogan. Hal itu berakibatnya pada banyaknya truk yang mangkal di pinggir jalan lantaran tidak memiliki kantung parkir. Kasatlantas Polres Grobogan AKP Parno mengemukakan hal itu dalam rapat koordinasi dalam tajuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kemarin. Menurutnya, ada beberapa kendala dalam mewujudkan kelancaran arus lalu lintas, salah satunya, belum adanya pangkalan truk untuk parkir. 

’’Pangkalan truk itu juga berfungsi untuk tempat rehat sementara,’’katanya. Selain itu, sepanjang Jalan Diponegoro terdapat banyak gang untuk memutar balik. Padahal, arus di jalan tersebut sangat cepat, sehingga tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi.

”Jalan tersebut memiliki arus yang cepat. Jika banyak gang untuk memutar balik, menyebabkan tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi. Kami memberikan masukan untuk Pemkab agar hal tersebut diperhatikan,’’ katanya. Pangkalan truk, lanjut Parno, dapat menekan angka kecelakaan dan mendukung terciptanya rasa nyaman berkendara masyarakat. Rapat itu dihadiri sejumlah unsur seperti petugas Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi, Pemkab, Badan Lingkungan Hidup, Pemerhati Lalu Lintas, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan, Dinas Bina Marga Kabupaten dan Provinsi wilayah Grobogan, serta Satlantas Grobogan.

Pedagang Pasar Wage

Dalam forum itu, juga dibahas analisis dampak lingkungan lalu lintas lainnya. Yaitu, pedagang Pasar Wage yang kerap memakan badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu. Bahkan, dapat membahayakan pedagang dan pembeli di pasar itu sendiri.

”Saat kami mendatangi pedagang di pasar itu, mereka meminta disediakan tempat baru agar lebih aman dan nyaman berjualan. Jika permintaan itu sudah dipenuhi mereka siap pindah lantaran mereka sadar terhadap risiko berjualan di badan jalan,” ujarnya. 

Hari ini 42

Kemarin 22

Minggu ini 42

Bulan ini 465

Keseluruhan 32118

Currently are 63 guests and no members online